Diskusi Publik: Mahasiswa dan Pentingnya Organisasi
Komunitas Diskusi Cangkir Putih mengadakan acara diskusi publik, bekerja sama dengan Forum Mahasiswa Nasional (FMN), dengan tema Mahasiswa dan Pentingnya Berorganisasi.” Diskusi ini digelar pada hari senin, 29 September 2014, pukul 16.00 WIB di Auditorium Gedung IV FIB UI. Hadir sebagai pembicara kali ini adalah Ketua Umum FMN, yaitu Rachmad P.Panjaitan, S.IP, serta dihadiri oleh beberapa ketua BEM fakultas di UI. Diskusi kali ini dimoderatori oleh Kadept Kastrat BEM FIB M.Trishadi Pratama.
![]() |
| (sumber: diunduh dari google image) |
Dalam diskusi kali ini, pembicara menjelaskan mengenai kehidupan mahasiswa dan pentingnya untuk mendorong kembali mahasiswa untuk berorganisasi dengan menggunakan pengetahuan yang ilmiah. Berdasarkan sejarahnya, mahasiswa awalnya berasal dari penjajahan kolonial yang hanya digunakan untuk kepentingan kolonial dan mencetak pekerja murah yang terampil. Politik etis kemudian membuat mahasiswa menjadi pelopor kemerdekaan dengan munculnya kaum elit terdidik yang kemudian mengorganisir diri dan mendirikan beberapa organisasi, seperti kelompok studi hingga menjadi organisasi politik. Organisasi-organisasi tersebut lantas menjadi wadah bagi bangsa Indonesia untuk mencapai kemerdekaan, serta melahirkan tokoh-tokoh intelektual.
Pergerakan mahasiswa demi perubahan bangsa mulai meredup pada masa pemerintahan rezim Orde Baru Soeharto. Kebijakan Normalisasi Kehidupan Kampus/ Badan Koordinasi Kemahasiswaan (NKK/BKK) pada tahun 1980, mematikan gerakan mahasiswa dan mendorong mahasiswa untuk fokus kepada pendidikan akademiknya saja, serta menjalani kehidupan kampus tanpa melihat realitas yang ada di masyarakat. Hal tersebut juga ditunjang oleh demokrasi di dalam kehidupan masyarakat berkurang selama 32 tahun pemerintahan Orde Baru. Dalam kurun waktu NKK/ BKK, diskusi-diskusi kembali marak di kampus sebagai wadah berpikir mahasiswa.
Pasca NKK/BKK dicabut pada tahun 1992, mahasiswa mulai membangun kembali organisasi di tingkat kampus dan membuat jaringan-jaringan dengan gerakan Rakyat lain. Organisasi-organisasi mahasiswa turut membangun demokrasi pada saat Reformasi 1998. Namun, pasca reformasi mahasiswa mulai menurun minatnya dalam berorganisasi. Mulai muncul degradasi gerakan mahasiswa yang disebabkan oleh beberapa hal, seperti pergeseran nilai-nilai sestem pendidikan di Indonesia, pendidikan yang hanya menyiapkan mahasiswa sebagai Kelas Pekerja untuk kepentingan industri, regulasi-regulasi pemerintah dan kampus yang menutup ruang kehidupan kritis di kampus, serta pendidikan yang hanya dijadikan sebagai objek liberalisasi, privatisasi dan komersialisasi.
Sistem telah membentuk degradasi mahasiswa untuk berorganisasi, sehingga mahasiswa tidak menyadari realitas sesungguhnya di dalam masyarakat. Hal ini menciptakan menara gading bagi gerakan mahasiswa yang tidak terjangkau oleh Rakyat dan menjadi entitas yang terpisah dari yang lain. Kampus juga turut dijadikan sebagai legitimasi untuk eksploitasi. Pengetahuan yang didapat oleh riset dalam kampus digunakan oleh penguasa untuk bahan referensi dan kekuatan untuk menguasai sumber daya dan eksploitasi besar-besaran yang merugikan Rakyat.
Dengan demikian, penting untuk mahasiswa mengorganisir diri dalam sebuah organisasi, agar wadah untuk berpikir kritis tetap ada dan dapat berjuang menjadi pelopor perubahan bagi bangsa ini, laiknya yang telah dilakukan oleh mahasiswa-mahasiswa Indonesia sebelum kemerdekaan dan pasca kemerdekaan. Hidupkan kembali mahasiswa intelektual yang kritis dan bergerak demi kemajuan bangsa dengan cara membangkitkan kembali semangat berorganisasi di kalangan mahasiswa.

0 comments: